Layanan

Andrologi

  • Problem Infertilitas pasangan dan Kesehatan Reproduksi.
  • Fisiologi maturasi Sperma, Fertilisasi, pathologi kognisi seksual seperti: transeksual, homoseks, lesbian dll
  • Gangguan fungsi seksual: Erectile Dysfunction (ED), Ejakulasi dini (Premature ejaculation), Ejakulasi terhambat (retarded ejaculation), Frigiditas, Ejakulasi ke kandung kencing (retrograde ejaculation), Un-ejaculasi, dll
  • Fisiologi dan pathologi perkembangan organ seksual anak seperti: Testis tidak turun (undescensus testiculorum/cryptorchidism), micro-penis and micro-testis, Clitoris yang membesar, Seks yang meragukan (sex ambiquity), dll
  • Endocrinology seperti: Androgen Insensitivity Sysdrome (AIS), Testicular feminization, Gynecomastia, Kallman Syndrome, dll
  • Infeksi dan kelainan Traktus Reproduksi lain: Epididimitis, Orchitis, Chronic Prostatitis, Pembesaran Prostat, Chronic Vesiculitis, Tumor Testis, dll
  • Immunology: Autoimmunity pada pemeriksaan pasca sanggama (Post Coital Test), Sperm DNA Integrity,Sperm Recovery and Survival Test (Sperst), dll
  • Teknologi Fertilisasi Berbantu (Assisted Fertilization) seperti: preparasi dan perlakuan Inseminasi Intravaginal (IVI), Intracervical (ICI), Intra Uterine (IUI), dan Intracitoplasmic Sperm Injection (ICSI), dll
  • Cryopreservation of Sperma dan Ovum
  • Aging dan Peremajaan (Rejuvenation): Fungsi Reproduksi Pria/Wanita yang menua, Hormonal Replacement Therapy (HRT), Hormonal stimulation Production Testosteron endogen, Growth Hormone Replacement(GHRT), dll

Infertilitas

Dalam problem infertilitas, sering individu pasangan harus berkonsultasi dengan spesialis ilmu yang berbeda untuk pengobatannya. Pada wanita menemui Gynekologi sudah lazim dilakukan. Tetapi pihak pria sering sulit menentukan jika dia juga merupakan bagian dari masalah infertilitas. Mereka tidak segera dapat memutuskan kemana harus ber-konsultasi. Sepertiganya konsul dokter keluarga, seperempatnya ke Ginelologi tempat istrinya konsul, dan sisanya mungkin ke Urologi, Andrology, atau Penyakit Dalam/Endokrinologi.

Micropenis

Patofisiologi Micropenis terjadi karena berbagai sebab, antara lain :

(1) Terbanyak, Hypogonadotropic Hypogonadism. Terjadi karena gangguan struktural hormon pada aksis hypothalamic-pituitary-gonad. Hypothalamus kurang mensekresi gonadotropin releasing hormones (GnRH) yang akan menstimulasi glandula pituitary untuk memproduksi luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).

(2) Primary hypogonadism. Disini terjadi Hypergonadotropic Hypogonadism.

(3) Androgen insensitive. Terjadi karena ada gangguan genetik lain yang bertanggung jawab pada AR misalnya, complete androgen insensitivity syndrome (CAIS) dan  partial androgen insensitivity syndrome (PAIS)