Andrology

Prof.DR.Dr.H.Susilo Wibowo,M.S.Med.,Sp.And
Indonesian Andrologist

susilo

Spesialis Andrology ada di beberapa negara di dunia. Di Polandia dan Estonia Andrology adalah suatu disiplin kedokteran baru. Di Italy dan Perancis, Andrology merupakan spesialist dan biasa dilakukan dalam lingkup Endocrinology. Tetapi Endocrinology sendiri dipraktekkan oleh Spesialist Penyakit Dalam dan Spesialist Anak. Menurut WHO, di Mesir dan Indonesia, Andrology adalah spesialisasi yang berdiri sendiri. Di Jerman, pada th 2003, Federal Medical Board mempublikasi guidelines untuk masalah spesialisasi, termasuk Andrology.

Pada th 2005 Andrology sudah terbentuk di dalam semua 16 State Medical Boards yang merupakan subspecialisasi dari banyak bidang antara lain: Urology, Endocrinology/Penyakit Dalam, dan Dermatology. Mereka semua melayani pasien infertil di dalam klinik. Dalam menangani kasus Andrology berhubungan dengan Endocrinology, Urology, Dermatology, serta Gynecology. Misalnya kasus infeksi traktus genital sebagai penyebab umum Infertilitas, akan terjadi overlapping dengan disiplin ilmu kedokteran macam-macam karena berhubungan dengan satu object yaitu manusia sebagai individu yang utuh.(1) Secara sederhana Andrology menangani:

  • Problem Infertilitas pasangan dan Kesehatan Reproduksi.
  • Fisiologi maturasi Sperma, Fertilisasi, pathologi kognisi seksual seperti: transeksual, homoseks, lesbian dll
  • Gangguan fungsi seksual: Erectile Dysfunction (ED), Ejakulasi dini (Premature ejaculation), Ejakulasi terhambat (retarded ejaculation), Frigiditas, Ejakulasi ke kandung kencing (retrograde ejaculation), Un-ejaculasi, dll
  • Fisiologi dan pathologi perkembangan organ seksual anak seperti: Testis tidak turun (undescensus testiculorum/cryptorchidism), micro-penis and micro-testis, Clitoris yang membesar, Seks yang meragukan (sex ambiquity), dll
  • Endocrinology seperti: Androgen Insensitivity Sysdrome (AIS), Testicular feminization, Gynecomastia, Kallman Syndrome, dll
  • Infeksi dan kelainan Traktus Reproduksi lain: Epididimitis, Orchitis, Chronic Prostatitis, Pembesaran Prostat, Chronic Vesiculitis, Tumor Testis, dll
  • Immunology: Autoimmunity pada pemeriksaan pasca sanggama (Post Coital Test), Sperm DNA Integrity, Sperm Recovery and Survival Test (Sperst), dll
  • Teknologi Fertilisasi Berbantu (Assisted Fertilization) seperti: preparasi dan perlakuan Inseminasi Intravaginal (IVI), Intracervical (ICI), Intra Uterine (IUI), dan Intracitoplasmic Sperm Injection (ICSI), dll
  • Cryopreservation of Sperma dan Ovum
  • Aging dan Peremajaan (Rejuvenation): Fungsi Reproduksi Pria/Wanita yang menua, Hormonal Replacement Therapy (HRT), Hormonal stimulation Production Testosteron endogen, Growth Hormone Replacement (GHRT), dll

 

Ref: 1. Nieschlag E. 2010. In: Andrology. Nieschlag E, Behre HM, Nieschlag S (Eds). 3rd ed. Springer-Verlag, Berlin Heidelberg.

Andro-Derma Health Center, Depan LP Kedungpane, Semarang,
 SMS only: 0877 7573 1313